Oleh : Hanandityo Haryo Aji Kelas IX Salaf 2
Suatu hari, Ezra baru saja menuntaskan masa sekolahnya di sebuah SD di kotanya. Di tengah kegembiraan kelulusannya. Ia menyimpan keraguan di hatinya. Ia sangat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, namun belum menentukan arah sekolah mana yang akan dituju.
Lalu, melihat antusiasme teman-teman sebaya yang ramai mendaftarkan diri ke pesantren, dorongan di hati Ezra mulai tumbuh. Menyaksikan semangat mereka, muncul tekad yang kuat dalam diri Ezra untuk ikut menempuh pendidikan berbasis keagamaan di pondok pesantren.
Namun, ketahuannya tentang sistem pendaftaran pesantren masih sangat minim. Beruntung, sahabat karibnya dengan tulus memberikan saran serta merekomendasikan sebuah pesantren yang sama. Tanpa ragu, Ezra menyetujui usulan tersebut dan segera mendaftarkan diri untuk mengikuti rangkaian tes seleksi masuk.
Tetapi, kenyataan tak seindah harapan. Nama Ezra tidak tercantum dalam daftar kelulusan. Air mata kekecewaan menetes di pipinya. Meski terpukul, ia mencoba bangkit dan mendaftar ke beberapa pesantren lain. Sayangnya, kegagalan demi kegagalan kembali menghampirinya hingga rasa putus asa mulai menyelimuti pikirannya.
Hingga akhirnya, di tengah kepasrahannya, sebuah kabar baik datang dari pihak pesantren pertama. Pihak pengelola memberikan kesempatan kedua melalui jalur nilai akademik. Sebab rekam jejak prestasinya dinilai sangat baik. Ezra pun bersorak gembira dan mengucap syukur atas kesempatan emas untuk bisa menimba ilmu di pesantren impiannya.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.




