Oleh : Abdzan Eiza Karim Kelas VIII Salaf 1
Suatu hari, Eiza yang sedang mondok di Pondok Pesantren Madrasatul Quran ingin sekali untuk melaksanakan tasmi.
Tasmi sendiri ialah, membaca juz 1-10 Alqruan dalam sekali duduk. Tasmi ini penting, karena menjadi persyaratan mengikuti wisuda hafidz. Dan, syarat Tasmi itu sendiri, bagi seluruh santri harus memiliki hafalan 20 juz Alquran.
Maka Eiza pun berusaha untuk mengejar jumlah hafalannya. Lalu suatu ketika, saat Eiza sedang mengejar syarat tasmi tersebut banyak halangan yang terjadi. Mulai dari rasa malas, susah fokus atau pengen jajan.
Namun, halangan dan rintangan itu belum selesai sepenuhnya. Eiza ingat, waktu pendaftaran tasmi sudah akan ditutup. Sementara hafalan Eiza masih kurang 1 juz lagi, untuk kemudian dinyatakan sah sebagai syarat pendaftaran Tasmi.
Tetapi, ketika Eiza sudah dalam keadaan terjepit waktu, Eiza bertemu dengan seorang temannya. Namanya Kholil.
Kholil yang pada saat itu sudah menyelesaikan tasminya, turur memberikan motivasi dan saran kepada Eiza. Hingga akhirnya Eiza pun berhasil mengatasi masalahnya dan berhasil mendaftar Tasmi.
Berkat saran dan motivasi sahabatnya itu, Eiza berhasil menyelesaikan dan menghadapi Tasminya. Eiza juga menyadari. Bahwa untuk menjadi seorang hafidz 30 juz Alquran, tak boleh dilalui dengan malas-malasan. Seluruhnya membutuhkan perjuangan, kerja keras, dan doa yang selalu mengiringi.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri Kelas VIII SMP Al Furqan MQ, hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri ini akan tayang berkala tiap minggunya.




