Oleh : Mahir Al Faruq Daizzulhaq Kelas VIII Mumtaz
Suatu hari, seorang santri bernama Cecep akan memulai dunia barunya. Ia akan memasuki jenjang SMP.
Cecep pun memilih untuk sekolah di lingkungan Pondok Pesantren. Setelah memilih, Cecep mengikuti pendaftaran dan kemudian datang ke Pondok Pesantren tersebut.
Setelah selesai melakukan proses pendaftaran, hari berikutnya Cecep harus mengikuti tes. Dan, hari tes telah tiba.
Sampai di gerbang SMP Pondok Pesantren itu, Cecep langsung menuju ruangan tes yang ada di ruang Kelas VII B.
Sebelum tes, Cecep berkenalan dengan santri lain yang kebetulan duduk sebangku. Namanya Supri. Saat berkenalan, Cecep menyebutkan asal, rumah, dan hobinya.
Lalu Supri juga membalas cerita yang sama. Tetapi Supri bercerita tidak panjang seperti Cecep.
Cecep pun mengerti. Bahwa Supri bukanlah santri yang mudah untuk di akrabi. Saat Cecep memperhatikan Supri, Supri selalu membuat gerakan-gerakan aneh.
Seperti mengetuk-ngetuk meja dengan tangannya akibat terlalu gelisah. Dan selalu terbata-bata saat berbicara.
Akhirnya Cecep punya seribu cara agar Supri dan teman lainnya akrab dengannya. Setelah tes dan Cecep maupun Supri di terima, Cecep selalu bisa menghibur teman temannya saat di sekolah.
Termasuk membantu tugas teman-temannya. Biasanya Cecep juga bisa melucu dan melakukan sulap dari karet yang membuat Supri juga teman temannya tertawa terbahak-bahak.
Tak terasa mereka sudah satu tahun lebih berada di Pondok Pesantren. Pertemanan mereka semakin akrab. Cecep pun punya julukan baru. Yaitu, Santri Dengan 1000 IQ. Julukan ini diberikan oleh teman-temannya karena Cecep cerdas, lucu, dan menjadikan suasana kelas selalu riang.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri Kelas VIII SMP Al Furqan MQ, hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri ini akan tayang berkala tiap minggunya.




