Oleh : Maulana Malik Ibrahim Kelas IX Bahasa
Suatu hari, Ibra sedang membaca sebuah buku fiksi yang sangat menarik perhatiannya. Ia menikmati jalannya cerita dengan perasaan terkagum-kagum. Ceritanya begitu menarik. Hingga Ibra terinspirasi dari bacaan tersebut.
Inspirasi Ibra, ialah ingin menulis karya fiksi yang sama dengan bacannya. Akhirnya Ibra sering pergi ke Perpustakaan Sekolah saat jam istirahat. Di sana, Ibra membaca dan meminjam buku cerita fiksi. Selain itu Ibra juga mempelajari struktur dan bahasanya.
Setelah di rasa cukup, akhirnya Ibra memulai mengawali menulis cerita fiksinya. Ia menulis draft karya fiksi di sebuah buku catatan kecilnya. Hampir setiap hari Ibra menulis dengan rajin. Sambil ia membayangkan alur dan cerita menarik yang ada dalam cerita fiksinya.
Namun, setelah beberapa hari tekun menulis, Ibra tidak sengaja meninggalkan buku catatannya di kelas. Ia baru menyadarinya sesampainya di rumah saat memeriksa isi tas.
“Waduh, proyek bukuku tertinggal di kelas! Semoga saja tidak hilang,” ratapnya cemas. Keesokan harinya, sesampainya di sekolah, Ibra langsung berlari menuju kelas dan mencari bukunya ke mana-mana, tetapi tetap tidak menemukannya.
Dan, di tengah kepanikannya, seorang teman datang menghampiri dan bertanya, “Kamu sedang mencari apa?” “Aku mencari buku catatan fiksiku yang tertinggal, tapi belum ketemu juga,” jawab Ibra lesu. “Bolehkah aku membantumu mencarinya?” tawar sang teman. Ibra mengangguk lega, dan mereka pun mulai mencari buku itu bersama-sama.
Hingga akhirnya, buku catatan fiksi milik Ibra berhasil ditemukan di sela bangku paling pojok di kelas. Dengan ditemukannya buku tersebut, Ibra dapat melanjutkan penulisan karya fiksinya kembali.
Dan, dari cerita Ibra kita bisa mengambil pelajaran. Bahwasannya, pada akhirnya, ketekunan menjaga impian dan keterbukaan menerima bantuan orang lain adalah kunci utama agar kita dapat menyelesaikan karya yang telah kita mulai.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.




