Oleh : Zidai Fawaid Kelas IX Alquran
Di sebuah sekolah pesantren di Jombang, ada seorang santri yang memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang pemimpin di sekolahnya. Baginya, kepemimpinan di sekolah cukup penting sebagai bahan untuk belajar bertindak bijaksana, melayani sesama, dan membimbing teman-temannya menuju arah yang lebih baik.
Lalu, dengan tekad dan motivasi yang bulat menjadi pemimpin, ia berangkat ke sekolah lebih awal untuk menemui salah seorang Guru Pembina OSIS di sekolah. Ia ingin berkonsultasi secara langsung mengenai kriteria serta tanggung jawab utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin lewat jalur OSIS. Hasilnya ia cukup puas. Si Santri banyak mendapatkan jawaban dari Guru Pembina OSIS.
Namun, ketika pendaftaran Ketua OSIS di sekolahnya resmi dibuka, ia melihat bahwa sangat banyak kandidat berprestasi yang ikut mendaftar. Melihat persaingan tersebut, rasa percaya diri santri tersebut mulai berkurang. Dan ia merasa ragu apakah mampu bersaing dengan santri-santri hebat lainnya.
Tetapi, keinginan kuat untuk bercita-cita menjadi Ketua OSIS tidak menjadikan Si Santri kembali semangat dan termotivasi. Ia kemudian memberanikan diri berkonsultasi dan meminta saran dari teman-teman terdekatnya. Setelah berkonsultasi, ia kembali termotivasi untuk tetap mengikuti seleksi Ketua OSIS.
Hingga akhirnya, tanpa menunda waktu lagi, ia sudah tak ragu lagi. Dengan langkah mantap, ia lalu mendaftar dan menulis namanya di lembar formulir pendaftaran kandidat Ketua OSIS. Lalu Si Santri siap melangkah ke atas panggung kepemimpinan sekolah.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.




