Oleh : Achmad Zaafir Al Abdullah Kelas IX AlQuran
Suatu hari Hari Jumat siang, aku dan teman-teman sedang berkumpul di rumah. Hari semakin siang dan waktu pelaksanaan salat Jumat makin dekat, tetapi kami masih bingung menentukan masjid mana yang hendak kami tuju untuk beribadah.
Lalu, salah seorang teman memberi usulan, “Bagaimana kalau kita salat Jumat di masjid yang ada di dekat perumahan sebelah?” Kami semua menyetujui ide tersebut dan langsung bergegas berjalan kaki bersama-sama menuju lokasi.
Namun, di tengah perjalanan saat melintasi gerbang perumahan, langkah kami mendadak terhenti. Beberapa ekor anjing berukuran cukup besar tampak berkeliaran tanpa diikat tali. Rasa takut seketika menguasai kami; kaki gemetar dan kami beringsut mundur secara perlahan karena cemas anjing-anjing itu akan menyerang.
Tetapi, ternyata ketakutan kami berlebihan. Alih-alih galak, anjing-anjing tersebut justru bersikap sangat ramah, mengibaskan ekornya, dan tampak menggemaskan tanpa menunjukkan tanda-tanda keagresifan sedikit pun.
Hingga akhirnya, Sang pemilik anjing datang menghampiri, meminta maaf, dan segera menggiring hewan-hewan peliharaannya kembali ke area rumah. Kami pun dapat melanjutkan perjalanan dengan lega. Kami tiba di masjid tepat waktu dan melaksanakan salat Jumat dengan khusyuk dan tenang.
Ketakutan akan hal yang belum tentu terjadi sering kali menghambat langkah kita. Ketika kita mampu menenangkan diri dan melihat situasi secara objektif, persoalan yang tampak menakutkan ternyata tidak seburuk yang dibayangkan, sehingga tujuan utama dapat tercapai dengan baik.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.




