Oleh : Tazaka A.F Kelas IX Mumtaz
Suatu hari, ketika melangkah masuk ke Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an, itu menjadi pengalaman baru yang cukup asing bagi saya. Sebagai seorang santri biasa, saya bersyukur dikaruniai kemampuan dasar membaca Al-Qur’an dengan tata cara yang baik dan benar. Berkah tersebut membawa saya ditempatkan di kelas Fashohah A.
Lalu, suatu malam, tatkala kegiatan pembelajaran Fashohah Al-Qur’an selepas magrib sedang berlangsung, sebuah pengalaman pahit menimpa saya. Karena berulangkali melakukan kekeliruan dalam membunyikan makhraj dan tajwid, pengajar menegur dan meminta saya berdiri di depan kelas hingga bel usai pelajaran berbunyi, sekitar 30 menit lamanya.
Namun teguran keras tersebut tidak membuat saya patah semangat, melainkan menjadi pemicu besar untuk memperbaiki kualitas bacaan. Saya berlatih lebih tekun hingga hari ujian evaluasi tiba. Ujian ini menjadi penentu penting apakah saya layak melangkah ke jenjang berikutnya, yaitu program Bina Tahfizh Al-Qur’an untuk menghafal kitab suci.
Tetapi, keraguan sempat menghampiri ketika saya kembali melakukan beberapa kekeliruan kecil saat ujian berlangsung. Rasa pesimis mulai membayangi. Namun, saya menepis keraguan itu dan menata kembali niat di dalam dada: saya harus sanggup melaluinya. Dengan berbekal usaha maksimal dan bacaan Bismillah, saya serahkan hasilnya kepada Sang Pencipta.
Hingga akhirnya, hari pengumuman kelulusan pun tiba. Dalam perasaan yang penuh rasa gugup, saya menghela napas panjang dan melafalkan Bismillah sebelum perlahan membuka amplop pengumuman. Senyum haru seketika mengembang di wajah saya. Dengan mengucap Alhamdulillah, saya dinyatakan lulus dan resmi diterima menjadi santri program tahfizh.
Dan, kegagalan saat dievaluasi bukanlah bentuk hukuman, melainkan sarana pendewasaan agar kualitas diri makin teruji. Dengan mengawali setiap niat menggunakan Bismillah dan menyikapinya lewat ikhtiar pantang menyerah, setiap perjuangan pada akhirnya akan berbuah manis yang patut disyukuri dengan Alhamdulillah.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.




