Oleh : Al Barra Kelas IX Salaf 2
Ayam yang Marah
Suatu hari, sepulang sekolah, Rapit beserta teman-temannya memutuskan untuk berkunjung ke area pekarangan di belakang sekolah. Tempat tersebut sangat luas, asri, dan berudara sejuk, menjadi tempat favorit mereka untuk melepas lelah setelah seharian belajar.
Lalu, saat menjelajahi pekarangan, mereka menemukan sebuah kandang ayam berukuran cukup besar yang berisi banyak telur. Tiba-tiba teman-teman Rapit melontarkan ide spontan untuk mengambil beberapa butir telur sebagai bahan santapan bersama.
Namun, perbedaan pendapat pun muncul. Rapit yang sejak awal merasa tindakan tersebut tidak bijak, berusaha menolak ajakan kawan-kawannya. Namun, setelah perdebatan panjang yang cukup sengit, Rapit akhirnya goyah dan menyerah pada bujukan mereka. Dengan jemari gemetar serta keringat dingin yang menetes, ia mengulurkan tangan mengambil telur satu per satu secara perlahan.
Tetapi, tepat saat hendak memungut telur terakhir, kaki Rapit tak sengaja menginjak ranting kering hingga terpotong dan berbunyi nyaring. Suara tersebut mengejutkan penghuni kandang; ayam-ayam kemudian bangkit lalu berkokok keras. Dalam kepanikan luar biasa, Rapit dan kawan-kawannya lari berhamburan dikejar ayam-ayam galak tersebut. Hingga Rapit lupa mengunci kembali pintu kandang.
Akhirnya, setelah berhasil meloloskan diri dan mengamankan situasi, mereka mengolah telur-telur hasil jerih payah tersebut untuk dimasak bersama. Meski napas terengah-engah, tubuh gemetar, dan peluh membasahi pakaian akibat dikejar ayam, rasa kebersamaan hari itu menyisakan kepuasan dan keceriaan tersendiri bagi mereka.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.


