Oleh : Rizqy Afshan Kelas IX Salaf 2
Suatu hari, saat pagi menjelang dengan begitu cerah. Kicauan burung saling bersahutan dan suara ayam berkokok dari pekarangan sebelah rumah menambah keasrian suasana. Kesegaran pagi itu memulihkan energiku untuk menyambut rutinitas sekolah. Setelah memandangi suasana sejenak, aku segera bersiap-siap mengenakan seragam untuk berangkat ke sekolah untuk belajar seperti biasanya.
Lalu, ketika melangkah keluar pagar rumah, terlihat ramainya lalu lalang teman-teman yang menyusuri jalanan desa menuju sekolah. Di antara kerumunan tersebut, pandanganku tercurah pada seorang santri yang membawa perbekalan dan tas besar. Dari raut wajahnya yang letih, terlihat jelas ia sedang melakukan perjalanan jauh.
Namun, rasa penasaranku terjawab ketika santri itu tersebut berbelok menghampiri. Dengan tutur kata yang amat sopan dan sikap santun khas pesantren, ia menyapa dan menyampaikan maksud kedatangannya di daerah kami untuk mengurus amanah organisasinya. Karena bahasanya yang halus dan santun, aku menjadi akgum dan hormat.
Aku bergegas masuk ke rumah sebentar lalu menyodorkan satu botol minuman segar beserta satu toples rengginang renyah yang baru saja digoreng oleh ibuku pagi itu sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.
Hingga akhirnya, dengan penuh keramahan, aku menjabat tangannya erat sembari mengutarakan kalimat hangat, “Selamat datang di Kota Santri!”. Kedua santri tersebut tampak tersentuh dan terharu atas keramahan yang diterima. Setelah mengucapkan terima kasih yang mendalam, mereka melanjutkan langkah dengan senyuman lega menuju tempat tujuan hingga menyelesaikan tugas organisasi pesantren mereka dengan lancar.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.


