Oleh : Zuin Kelas IX Salaf 2
Suatu hari, suasana kelas 8 AQ terasa begitu hidup saat materi pelajaran Ilmu Shorof dimulai. Pelajaran ini selalu menjadi favorit para santri, terutama saat sesi lalaran (hafalan bersama) berlangsung.
Lalu, di tengah gemuruh suara lantunan kaidah Shorof yang kompak, nampak seorang santri bernama Roni hanya bergeming. Ia duduk tertunduk menyandarkan kepala di atas meja tanpa menggerakkan bibirnya. Begitu lantunan lalaran selesai ditutup, mendadak terdengar suara dengkuran yang cukup nyaring mengalihkan perhatian seisi kelas.
Namun, Roni rupanya telah tertidur lelap sembari memeluk buku pelajarannya. Merekam hal tersebut, rekan-rekannya tidak lantas menyorakinya. Salah seorang santri bernama Zam dengan sigap memimpin lantunan selawat bernada tinggi. Secara kompak, seluruh siswa menjawab selawat tersebut hingga gema suaranya berhasil mengagetkan Roni dari tidur lelapnya.
Tetapi, alih-alih mencemooh atau menjadikannya bahan tertawaan, kawan-kawan sekelasnya justru menyambut terbangunnya Roni dengan senyuman dan tepukan hangat di bahunya. Mereka menyemangati Roni agar kembali segar, membasuh muka, serta siap melanjutkan hafalan bersama-sama.
Hingga akhirnya Perlakuan hangat serta empati teman-temannya menyentuh hati Roni dan memulihkan rasa percaya dirinya. Kejadian hari itu menjadi titik balik bagi Roni; sejak saat itu ia selalu menjaga kondisi fisik agar tidak lagi tertidur di kelas. Roni merasa sangat bersyukur dikelilingi oleh sahabat sekelas yang santun, peduli, dan senantiasa merangkul dalam kebaikan.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.


