Dalam sepekan, di penghujung akhir Bulan Mei ini, kegiatan SMP Al Furqan Madrasatul Quran begitu padat. Seluruh kegiatan ini memang ditujukan untuk memompa kompetensi dan potensi seluruh santri. Selain Alquran dan STEM, bakat dan potensi seluruh santri terus diasah dan ditumbuhkembangkan di SMP Al Furqan MQ ini. Termasuk dalam bidang Seni, Keagamaan, dan Budaya Berliterasi.
Pada tanggal 10 Mei lalu, grup Al-Banjari SMP Al Furqan MQ Sayyidul Hadi, berhasil mendulang pretasi di ajang ISCO Islamic Smada Competition yang diselenggarakan di SMA Negeri 2 Jombang. Berkat konsistensi, kekompakkan, dan kerja keras selama berlatih sebelum kompetisi, Sayyidul Hadi meraih juara ketiga dengan perolehan skor 85.
Prestasi ini menjadi bukti. Bahwa peminatan bakat dan kompetensi santri SMP Al Furqan MQ, turut berkembang luas melalui syiar sholawat melalui seni Al-Banjari. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Prof. Susanto Imam Rahayu, bahwa sejatinya pembelajaran sains dan seni memiliki kesamaan titik implementasinya.
Keduanya berlandaskan proses yang sama, yaitu pengembangan daya, kreatifitas, imajinasi, dan kemampuan sintesis. Dalam berkarya, seorang saintis dan seniman didorong untuk merepresentasikan alam sesuai persepsinya. Sehingga, SMP Al Furqan MQ sebagai sekolah berbasis Alquran dan STEM, tidak sampai memisahkan antara Alquran, Sains, dan Kesenian sebagai fondasi belajar santri.

Usai grup Sayyidul Hadi meraih juara ketiga di ISCO Islamic Smada Competition, kegiatan untuk menggembleng kompetensi keagamaan bagi para santri SMP Al Furqan MQ, tak berhenti begitu saja. Pada Ahad, 17 Mei, para santri Kelas VIII, diberikan panggung untuk adu kecermatan, ketangkasan dalam Cerdas Cermat Nahwu (CCN).
Dengan mengintegrasikan perangkat digital selama kompetisi berlangsung, dan sejak babak penyisihan hingga final, ketegangan begitu terasa saat masing-masing regu perwakilan kelas VIII beradu strategi. Saling menyusul poin, dan mencoba menekan mental lawan dengan jawaban-jawaban yang lugas. Didukung oleh gemuruh yel-yel dari teman sekelas, atmosfer kompetisi yang sehat dan solidaritas antar santri pun tercipta.
Lebih dari sekadar perebutan piala atau gelar juara, ajang ini adalah perayaan atas semangat belajar dan sebuah investasi jangka panjang dalam membangun identitas keilmuan para siswa. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata dedikasi para tenaga pendidik serta komitmen SMP Al Furqan MQ dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual, tanpa melupakan akar tradisi keilmuan ala pesantren.

Melalui CCN ini pula SMP Al Furqan MQ menegaskan posisinya sebagai satuan pendidikan yang tak hanya adaptif. Melainkan juga teguh serta konsisten merawat akar tradisi intelektual dan keilmuan pesantren.
Selanjutnya, yang tak kalah penting dan menariknya lagi ialah, kedua kegiatan tersebut masih dibarengi dengan upaya pengembangan budaya berliterasi bagi para guru dan santri di SMP Al Furqan MQ. Pada Selasa 19 Mei kemarin, sebuah Workshop Penulisan Kreatif dan Bedah Buku Karya Abdan Eiza Karim Kelas VIII Salaf 1 dengan judul Menjaring Masa Depan, digelar tak sebatas seremonial semata.
Melainkan pula turut dibarengi dengan praktik menulis kreatif yang langsung dipandu oleh Aktivis Pendidikan sekaligus Penulis, Bapak Alfian Bahri. Dari 150 santri Kelas VIII, seluruhnya begitu antusias menulis dan menceritakan hasil tulisannya dengan aneka ragam sudut pandang. Termasuk kepercayaan diri Abdan Eiza Karim saat menjelaskan motivasi karya dan isi bukunya, dihadapan para guru dan kawan-kawannya bersama Bapak Donny Darmawan, selaku pembina Ekskul Jurnalistik dan moderator acara.
Menurut Bapak Alfian Bahri, dari buku yang sudah ditulis Abdzan Eiza Karim ini, merupakan modal bagus dan wajib dikembangkan sebagai budaya berliterasi secara kritis di SMP Al Furqan MQ. Sehingga, dari budaya menerbitkan buku opini-opini santri, nantinya akan berkembang kearah budaya berfikir kritis yang sesuai dengan pendidikan kontekstual.
“Jadi dari buku Menjaring Masa Depan ini, kita bisa membaca bahwa seorang santri kelas VIII dari SMP Al Furqan MQ sudah memiliki kepekaan, kesadaran, kepedulian, dan pikiran kritis yang cukup baik sebagai proses pembelajarannya. Maka ini karya yang menginspirasi. Tidak hanya bagi siswa, tetapi juga seluruh insan pendidikan,” terang Bapak Alfian Bahri.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bapak Kepala SMP Al Furqan MQ, Bapak Abdul Ghofur, S.Pd. menyampaikan, bahwa kehadiran dan pembagian ilmu serta pengalaman Bapak Alfian Bahri adalah suntikan moril, dukungan, dan kolaborasi nyata dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SMP Al Furqan MQ. Senada dengan Bapak Abdul Ghofur, Bapak Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Quran, K.H Abdul Yusuf, S.H. sangat mengapresiasi kegiatan workshop dan bedah buku ini.
“Santri harus menjadi pilar peradaban. Dengan menulis, santri menjadi penanggungjawab dakwah intelektual. Dan saya bangga, Abdan Eiza Karim mempresentasikan semangat dakwah santri yang progresif,” tegas K.H Abdul Yusuf.





One Response
Utk tetap hidup, manusia harus memperlihatkan dia punya otak dan berfungsi. Salah satu caranya adalah MENULIS.