Saat Saya Menjadi Santri Baru

Oleh : M Daffi Wardhana Kelas IX Salaf 1

Suatu hari, pada hari Minggu, 14 Juli 2024, saya resmi melangkahkan kaki ke sebuah lembaga pendidikan yang penuh keberkahan. Hari itu menjadi titik awal perjalanan hidup saya untuk menimba ilmu agama secara mendalam di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an.

Lalu, begitu sanak keluarga melambaikan tangan untuk berpamitan pulang, perasaan asing dan rindu rumah (homesick) seketika menyeruak hebat. Keadaan lingkungan yang masih baru serta canggungnya memulakan pergaulan dengan teman-teman sejawat sempat membuat hati saya diliputi kesedihan dan rasa sepi.

Namun, memasuki akhir bulan Juli, pihak pesantren mengadakan sebuah agenda penyambutan khusus bagi santri baru yang dinamakan acara Tasabah. Kegiatan yang dipandegani oleh para senior ini berlangsung selama lima hari, menghadirkan berbagai pengetahuian baru serta sedikit demi sedikit mengikis rasa rindu saya kepada keluarga.

Tetapi, puncak dari seluruh rangkaian acara tersebut terjadi pada malam terakhir di GOR Madrasah Aliyah. Di tengah suasana malam yang syahdu, panggung acara dimeriahkan oleh pentas seni dan pertunjukan hiburan yang sangat megah dan memukau, mengubah suasana canggung menjadi gelak tawa dan kehangatan.

Hingga akhirnya, rangkaian agenda Tasabah resmi berakhir, tetapi kenangan indah serta jalinan pertemanan erat yang terbentuk di dalamnya akan selalu berkesan di hati. Pengalaman awal ini menanamkan pesan berharga dalam diri saya: jangan pernah mudah menyerah pada rasa asing, sebab di balik setiap kesulitan pasti terdapat kemudahan dan jalan keluar.

Proses adaptasi di lingkungan baru sering kali memicu rasa cemas, kesepian, dan ketidaknyamanan pada awalnya. Namun, keterbukaan pikiran serta partisipasi aktif dalam dinamika komunitas baru akan mengubah rasa canggung tersebut menjadi kehangatan. Kehidupan mengajar kita bahwa ketidaknyamanan di awal proses adalah harga kecil yang harus dibayar menuju pendewasaan dan perolehan ilmu yang bermakna.

*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Trial Class Batch 2 SMP Al Furqa...
War Tiket Tour SMP Al Furqan MQ

Prestasi

Juara II Festival Banj...
Juara II Nasional Stor...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman