Mengaji Berjuang Demi Membanggakan Kedua Orangtua

Oleh : Ahmad Nauval H Kelas IX Bahasa

Suatu hari, seorang santri Madrasatul Quran bernama Ari, terlihat kebingungan. Ia sedang mencari tempat sabunnya yang hilang sehabis ro’an (kerja bakti).

Setelah menemukan tempat sabun tersebut, Ari langsung bergegas mandi dan pergi ke masjid untuk mengaji. Siang itu, sinar matahari terasa begitu terik. Ari mengaji di area sebelah kanan masjid.

Di tengah kegiatannya mengaji, pikiran Ari sempat diliputi kebimbangan karena situasi yang kurang menyenangkan: uang sakunya telah habis, ditambah lagi dengan kondisi ekonomi keluarganya yang sedang tidak baik-baik saja.

Lalu mencoba merenung sebentar. Ia berusaha mengabaikan semua beban pikiran tersebut. Ia lalu bangkit dari duduknya dan pergi untuk mengambil air wudhu.

Setelah sedikit segar dan lega, Ari kembali mengaji dan menambah hafalannya selama dua jam penuh.Namun, setelah dua jam mengaji, rasa kantuk yang berat mulai menyerang matanya. Rasa kantuk itu terasa sangat sulit ditahan.

Tetapi, Ari segera tersadar. Ia sadar bahwa harus terus berjuang dan menambah hafalannya agar bisa membanggakan kedua orang tuanya.

“Jangan sampai keadaan membuatku gagal mencapai target,” ucap Ari dalam hati.

Ari kembali bersemangat. Dan tanpa terasa, Ari berhasil menghabiskan waktu selama empat jam untuk mengaji. Hatinya menjadi senang dan tenang.

Setelah itu, ia menaruh Al-Qur’annya dengan rapi, lalu pergi beristirahat ke kamar sejenak. Begitu terbangun dari tidurnya, Ari mendengar suara adzan dan langsung bergegas mengambil air wudu untuk melaksanakan salat ashar berjamaah.

Ari telah menunjukkan bahwa kedewasaan rasa tumbuh ketika kita memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Keputusannya untuk membasuh wajah dengan air wudu dan kembali memegang Al-Qur’an menjadi simbol pengalihan energi negatif menjadi daya juang yang produktif.

Hambatan tidak berhenti pada masalah finansial; rasa lelah dan kantuk fisik turut menguji ketahanannya. Semua dilakukan hanya untuk berbakti membanggakan kedua orangtua.

*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Trial Class 2026 Dibuka !
Back To School : Langkah Baru Se...

Prestasi

Juara II Nasional Stor...
Juara 3 Banjari ISCO S...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman