Sabtu 20 September kemarin, menjadi momen yang bersejarah bagi seluruh warga SMP Al Furqan MQ. Sebab, untuk pertama kalinya, Safari Literasi Nasional yang diprakasai oleh Duta Baca Indonesia, Bapak Gol A Gong, disambut meriah dan antusias oleh santri SMP Al Furqan MQ.
Bertema Buku, Pena, dan Mimpi Besar Kita, bincang literasi kali ini juga turut menghadirkan CEO Iqra Semesta, Bapak Yusron Aminulloh, Pendamping SMP Al Furqan MQ, Bapak Ahmad Taufik, M.Pd. sekaligus Romo Kyai Haji Ir. Abdul Ghofar, selaku Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasatul Quran (MQ)
Bertempat di Aula Kantor Pusat Yayasan Ponpes MQ, bincang literasi ini dibuka dengan lantunan pembacaan ayat suci Alquran, lalu dilanjut dengan penyematan Duta Literasi SMP Al Furqan MQ.
Menariknya, Duta Literasi yang berjumlah 4 santri dari Kelas 8 Salaf 1 ini terpilih karena ketekunannya dalam membuat karya tulis melalui Ekstrakurikuler Jurnalistik di SMP Al Furqan MQ yang dibina langsung oleh moderator Bincang Literasi ini, yakni Bapak Donny Darmawan, S.Hum.
Usai penyematan Duta Literasi, pembacaan sambutan pertama oleh Bapak Ahmad Taufik menyampaikan bahwasannya, penguasaan literasi menjadi bekal penting bagi siswa / santri dalam pembelajaran abad 21 ini. Khususnya lagi, sebagai bentuk pengembangan pemikiran kritis bagi siswa / santri.
Selanjutnya, sambutan dan pesan yang tak kalah pentingnya ditekankan oleh Romo Kyai Haji Abdul Ghofar.
Menurut beliau, tema Buku, Pena, dan Mimpi Besar Kita adalah gambaran bahwa semua santri memiliki hak untuk bermimpi besar. Oleh karenanya, dalam upaya mewujudkannya, para santri harus menjadi aktor utama dalam pengembangan dunia baca tulis saat ini. Baik di sekolah maupun pesantren.
Usai sambutan, diskusi berjalan semarak. Bapak Yusron Aminulloh sebagai pemateri pertama memaparkan bahwasannya, apapun cita-cita para santri SMP Al Furqan MQ, membaca dan menulis adalah dasar untuk membentuk karakter dan pemikiran yang cerdas.
Terakhir, Bapak Gol A Gong berkisah dan menjelaskan kiprahnya di dunia literasi Indonesia. Bapak Gol A Gong yang juga penyandang disabilitas mengaku tak pernah patah arang dalam mengejar cita-citanya. Lewat doa dan motivasi kedua orangtuanya, Bapak Gol A Gong sedari pelajar rajin menulis. Baik esai, puisi, sampai sandiwara radio.
Lalu akhirnya, naskah dan novelnya yang best seller dengan judul Balada Si Roy, melejitkan nama Bapak Gol A Gong di dunia literasi Indonesia, dan didapuk menjadi Duta Baca Indonesia.
Mendengar kisah dan motivasi perjuangan literasi dari Bapak Gol A Gong, para santri SMP Al Furqan MQ begitu terpantik untuk bertanya jawab. Satu per satu, mereka diantaranya berdialog langsung dengan Bapak Gol A Gong.
Selain mendapat buku, motivasi, dan ilmu, kesempatan untuk berani bertanya dan berdialog dengan Bapak Gol A Gong adalah bukti konkret bahwa generasi literat di SMP Al Furqan MQ terus terbentuk dan bergenerasi.




