Oleh : Ahmad Rizieq Mumtaz Huda Kelas 8 Salaf 1
Kamis 3 Februari 2026 yang lalu, saat saya sedang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Jurnalistik, saya sempat membaca sebuah berita. Isinya sungguh sangat memilukan.
Seorang anak berinisial YBS berumur 10 tahun yang duduk di bangku kelas 4 SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur telah melakukan aksi bunuh diri.
YBS mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada tanggal 29 Januari 2026. Aksi tersebut dilakukan karena, YBS meminta buku dan alat tulis kepada ibunya, namun ibunya belum mampu membelikannya. Karena kondisi ibu YBS belum memiliki uang. Atau bisa dikatakan bahwa ekonomi keluarga YBS memang tergolong tidak mampu.
Dari berita tersebut terdapat banyak sekali pelajaran berharga yang dapat dipetik. Salah satunya adalah tentang empati. Apa bentuk rasa kepedulian kita terhadap berita tersebut ?.
Ya pastinya membuat kita sadar bahwa pentingnya rasa empati terhadap saudara saudara kita, teman, tetangga, dan keluarga kita.
Tetapi dari berita kasus YBS ini, menurut saya, empati juga bukan cukup hanya tentang peduli. Namun juga pendekatan perasaan sosial. Ketika kita memiliki rasa empati terhadap orang lain, maka akhirnya akan terciptanya hubungan interpersonal yang baik. Orang yang memiliki hubungan interpersonal yang baik maka akan erat hubungan persaudaraannya.
Rasulullah dalam hal ini pun telah bersabda: “Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia (suka) menolong saudaranya”.
Dari sabda beliau kita bisa petik pelajaran berharga bahwa beruntungnya orang yang bersikap selalu saling tolong menolong terhadap sesamanya. Dan ruginya orang orang yang tidak memperdulikan sesamanya karena sesungguhnya Allah tidak akan menolongnya kelak pada hari kiamat.
Baginda Rasulullah juga memerintahkan kita untuk menyayangi anak yatim piatu. Dalam sabdanya berbunyi: “Orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, dan memberikan mereka makan dan minum, Allah pasti memasukkannya ke dalam surga, kecuali jika ia melakukan satu dosa yang tidak diampuni”. (Hadits ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap mereka yang membutuhkan kasih sayang).
Pesan yang dapat diambil dari sini adalah penting kita memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan karena dengan memiliki kesadaran seperti itu maka akan menciptakan hubungan silahturrahmi yang erat.
Dan ini bisa mengurangi angka kasus yang menimpa YBS. Lewat kepedulian inilah kita bersama-sama menjadi pribadi yang peka atas kondisi sosial di sekitar kita.
Terlebih di Bulan Ramadan ini, dimana kewajiban untuk bersedekah dan berzakat menjadi bagian ibadah yang utama, agar menjadikan puasa terasa sempurna dan mendapat banyak keberkahan.





One Response
Singkat namun penuh makna