Hari Guru Nasional : Apakah Cukup Hanya Diperingati Sehari Saja ?

Oleh : Abdan Eiza Karim Kelas VIII Salaf 1

Pada tanggal 25 November, para murid di sekolah, di seluruh Indonesia akan memperingati hari yang sangat meriah. Dimana mereka akan menyiapkan kejutan untuk guru-guru, dan lalu memeriahkannya bersama-sama. Ya itulah peringatan Hari Guru Nasional (HGN).

HGN memang merupakan hari yang khusus untuk memperingati dan menghargai perjuangan para guru dalam mendidik muridnya yang dengan sabar dan telaten.

Dan para murid, memang juga perlu memperingatinya agar tahu bagaimana perjuangan para guru dalam memberikan ilmu dan pengetahuan.

Tapi, dalam memperingati HGN, apakah cukup hanya sehari saja ?.

Menurut saya, yang paling penting adalah bagaimana kita seorang santri dan murid bisa selalu mempraktekkan rasa hormat dan tawadhu terhadap guru dalam keseharian kita.  

Allah SWT telah berfirman di dalam Al- Quran, dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 yang artinya :

Allah meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang –orang yang diberikan ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Pada ayat tersebut, yang di maksud dengan orang-orang yang diberikan ilmu pengetahuan adalah guru. Dan menurut ayat ini juga, guru adalah orang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain, lalu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.

Tetapi pada zaman sekarang banyak para murid yang kurang hormat kepada guru. Mereka sampai tega membentak gurunya hanya karena masalah yang sepele.

Bahkan baru-baru ini ada kasus, dimana seorang murid tidak terima kepada gurunya karena gurunya bertindak tegas, menegurnya karena merokok di lingkungan sekolah. Dan yang membuat heran, murid ini justru melaporkan sang guru ke orangtuanya.

Dan yang lebih mengherankannya lagi orangtua siswa tersebut malah melaporkannya ke pihak polisi. Dari kasus ini, kita bisa melihat bahwa sekarang etika, karakter, sopan santun para murid semakin berkurang terhadap gurunya.

Padahal di Surah Al-Mujadalah ayat 11 sudah menunjukan betapa tingginya derajat seorang guru. Mereka telah berjasa kepada kita, mereka berjuang mengajarkan ilmu kepada anak didiknya, mereka rela mengorbankan waktunya hanya demi mengajarkan ilmunya kepada kita sebagai muridnya.

Lalu pantaskah kita merendahkan guru, pantaskah kita tidak menghormati guru ?.

Harusnya kita belajar pada pesan Ali bin Abi Thalib. Beliau pernah berkata :  “Walaupun ada orang yang mengajarkanku satu huruf saja, maka tentulah sampai saat ini aku memuliakannya”

Maka, dari momen HGN ini, kita seharusnya tidak hanya memperingatinya saja. Tetapi kita sebagai muridnya, harus memuliakannya dalam keseharian kita. Dengan cara mendengar nasehatnya, mengerjakan tugasnya, jujur, dan disiplin.  

Maka, dari momen HGN ini, kita seharusnya tidak hanya memperingatinya saja. Tetapi kita sebagai muridnya, harus memuliakannya dalam keseharian kita. Dengan cara mendengar nasehatnya, mengerjakan tugasnya, jujur, dan disiplin.  

Menghormati guru adalah tugas kita, sebagai santri SMP Al Furqan MQ. Tugas yang kita lakukan sepanjang waktu, sepanjang masa, dan sepanjang hayat kita masih dikandung badan.  

One Response

  1. Tak cukup kata untuk berterima kasih atas segala jasa guru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Membuka Peluang Juara di Olimpia...
Siap Juara di Language Festival ...

Prestasi

Peringkat 65 Internasi...
Juara II Story Telling...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman