Oleh : Dika Fachri Akbar Kelas VIII Sains I
Perkenalkan, nama saya Dika Fachri Akbar dari Kelas VIII Sains I. Di sekolah dan asrama, saya biasanya akrab dipanggil Fachri. Kali ini, saya kembali berkesempatan untuk menulis kembali. Alhamdulillah.
Setelah sekian lama tidak menulis, saya dipanggil kembali untuk aktif mengikuti Ekstrakurikuler Jurnalistik / Penulisan Kreatif. Awalnya, saya sempat ragu apakah akan ikut atau tidak. Sebab, saya khawatir tidak bisa konsisten (istiqamah) menyisihkan waktu harian untuk membaca dan menambah hafalan Al-Qur’an.
Namun, setelah mempertimbangkannya secara matang, saya memutuskan untuk mencoba bergabung kembali. Tak disangka, begitu kembali aktif, saya langsung diminta untuk tampil dalam kegiatan demo ekstrakurikuler pada hari Sabtu 31 Juli kemarin. Saya sempat merasa malu dan canggung karena sudah lama tidak mengikuti kelas Jurnalistik / Penulisan Kreatif. Tetapi teman-teman menyambut saya dengan baik.
Dan saat kami diskusi tentang ide penampilan yang akan dibawakan saat demo ekstrakurikuler pada hari Selasa, teman teman Kelas IX juga memberikan saya dukungan untuk ikut tampil. Akhirnya kami dengan pembina sepakat untuk membawakan drama pendek berjudul Semua Punya Cerita. Drama pendek ini bercerita dua orang santri yang hobi menulis. Dalam pentas ini, saya ditunjuk sebagai narator yang membawakan kisah pengantar.
Saat waktu latihan, kami hanya berlatih di hari Jumat. Karena Kamis sore, naskah baru selesai dicetak. Pada hari Sabtu pagi, sebelum jam kami tampil, kami berlatih bersama bersama Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik / Penulisan Kreatif.
Saat jam penampilan kami tiba, saya tiba-tiba sedikit gugup. Sehingga saya membuat sedikit kesalahan. Saya merasa kecewa pada diri sendiri. Karena dasarnya saya sudah berusaha keras selama latihan.
Bentuk usaha keras saya adalah pengorbanan waktu. Karena, meskipun pada hari Jumat saya harus mengikuti ujian tasmi’ 4 juz dan 3 surat penting, saya tetap menyisihkan waktu pada hari Selasa dan Kamis untuk fokus mengikuti ekstrakurikuler.
Syukurlah, saya tetap dinyatakan lulus ujian tasmi’ tersebut dengan catatan 29 kesalahan dari batas maksimal 50 kesalahan. Dari pengalaman ini, pelajaran berharga yang saya petik adalah penting untuk tetap tenang dan tidak panik dalam kondisi apa pun.
Menurut saya, setelah beraktivitas bersama teman-teman, dan pertama kalinya mengikuti demo ekstrakurikuler, manfaatnya memang banyak. Selain menambah teman, ilmu, pengetahuan, dan pengalaman kita dapatkan. Dan di ekstrakurikuler ini, saya mengasah kemampuan berpikir dan melatih daya tangkap otak agar bisa fokus menangkap materi pembelajaran.
Untuk ekstrakurikuler yang lain juga sama. Memiliki manfaat positifnya masing-masing. Ada yang untuk fisik seperti futsal, kreativitas, matematika, seperti desain grafis, robotik, sandal ukir, sinematografi, dan ekstrakurikuler lainnya. Dan dari semua kegiatan ini, literasi adalah hal yang penting agar generasi muda mampu memahami semua pembelajaran yang menjadi bekal pengetahuan.




