Oleh : Muhammad Budi Kamil Mahiro
Pernah gak sih kalian berpikir. Masa bisa seorang penulis juga hafal Al-Quran ?
Jikalau belum, maka saya akan menceritakannya.
Lahir di Jombang 9 April 2012, seorang pemuda yang menempuh pendidikan di SMP Al Furqan Madrasatul Quran. Ia memiliki tekad dan mimpi yang berbeda dari santri lainnya. Dimana santri lain bercita-cita menjadi guru, astronot dan lain sebagainya, nah pemuda ini ingin menjadi seorang penulis.
Si pemuda ini bertekad menulis cerita, novel, dan kisah lainnya. Asalkan dunianya berhubungan dengan dunia tulis menulis.
Mengapa pemuda ini sangat ingin menjadi penulis ?. Karena saat dia masih kecil, hobinya membaca buku, cerita, novel dan buku lainnya.
Tetapi semenjak dipondokkan oleh orang tuanya, dia mulai jarang membaca. Hingga suatu saat, ia disuguhkan sebuah majalah MQ Times.
Saat membacanya, dia merasa terpukau dan kagum melihat karya tulis santri Madrasatul Quran. Ditengah dia asyik membaca, dia tertarik pada sebuah cerpen.
Dia membacanya dengan fokus. Mulutnya tak bisa ditutup saking terpukaunya dengan cerpen tersebut. Disaat itu juga mimpinya menjadi penulis kembali membara.
Dia mulai membuat karyanya sendiri. Meski dengan bantuan ChatGpt, dia masih bangga dengan karyanya yang diunggah di akun instagramnya.
Hingga suatu saat dia menyadari. Tulisanya sepi pembaca. Tidak ada yang minat membacanya. Dan akhirnya, semangat menjadi penulis itu sirna tanpa jejak.
Lalu saat 14 Agustus 2025, dia kembali menuju dunia menulis. Dengan cara mengikuti Ekstrakulikuler Jurnalistik. Dia ingin menulis karya yang dibaca dan menginspirasi banyak orang.
Ya. Pemuda itu adalah saya. Muhammad Kamil Budi Mahiro.





2 Responses
Teruslah menulis, karena dari kata-katamu akan lahir cahaya yang menginspirasi banyak orang. Semoga cita-citamu jadi penulis tercapai le, Semangat!!
Teruslah menulis Say…. karena saat ini Indonesia kekurangan Penulis apalagi Pembaca