Oleh : Moch. Norman Kamaru Kelas IX Bahasa
Suatu hari, Donny sedang duduk sendiri di taman kampusnya. Ia terlihat sedang merenung di antara keramaian mahasiswa yang sedang belajar, diam membeku tanpa seorang pun di sisinya.
Lalu, di saat yang sama, Raka dan temannya berjalan keluar dari perpustakaan. Mereka berdua berjalan bersama-sama menuju area parkiran kampus.
Namun, tiba-tiba. Mata Raka tertuju pada seorang pria yang sedang duduk termenung diam di atas bangku taman kampus tersebut. Raka langsung mengenalinya. Ia adalah Donny, teman akrabnya.
Tanpa menunggu lama, Raka segera menghampirinya dan bertanya.
“Ada apa denganmu, Don ? Mengapa duduk di sini sendirian ?”.
Donny menjawab dengan nada sendu, “Aku kehilangan bunga terindah dalam hatiku.”
“Apakah karena soal asmara ?” tanya Raka balik.
Tetapi, Donny tetap diam tanpa menjawab sepatah kata pun. Namun, Raka terus membujuk Donny hingga akhirnya ia mau menceritakan masalah yang sedang dihadapinya.
Donny pun tak lupa meminta saran dari teman baiknya itu. Dengan senang hati, Raka memberikan saran terbaik untuk menyelesaikan masalah yang sedang dialami Donny.
Hingga akhirnya, Donny pun menerima saran dari Raka dengan baik. Ia memutuskan untuk mengunjungi rumah wanita pujaan hatinya dan menyelesaikan masalah mereka. Setelahnya, Donny pun tak lupa mengajak Raka untuk makan bersama karena telah membantunya memberikan solusi terbaik untuk masalah yang sedang dihadapi.
Kisah persahabatan Raka dan Donny menjadi kisah yang penting. Supaya pertemanan terus terjaga dengan baik dan dipenuhi dengan nasehat yang baik.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.

