Oleh : Aqila Hamam At Taqiy Kelas IX Bahasa
Suatu hari ada seekor macan yang dijuluki Raja Alas. Sang Raja meminta kepada seluruh rakyatnya untuk membuatkan sebuah istana yang megah, besar, dan mahal. Ia memerintahkan agar seluruh hewan yang ada di hutan bergotong royong untuk mendirikan istana tersebut.
Lalu, datanglah seekor Walang Sangit yang merupakan salah satu hewan kepercayaan Sang Raja Alas. Walang Sangit itu datang menghadap dengan lantang untuk menyampaikan seluruh keluh kesah hewan-hewan di hutan. Mereka merasa tidak puas dengan keinginan Sang Raja Alas yang memberatkan tersebut.
Namun, Sang Raja Alas tidak terima dengan kritik tersebut. Ia memaksa Walang Sangit agar tutup mulut. Sang Raja Alas juga memaksa seluruh hewan di hutan untuk diam dan patuh pada kebijakan yang telah ditetapkannya.
Tetapi, Walang Sangit tetap bersikeras pada pendiriannya. Ia meminta Sang Raja Alas agar tidak egois dan menghentikan proyek pembangunan istana itu. Menurutnya, Istana tersebut tidak sesuai dengan kondisi hutan yang sedang dalam krisis berat.
Hingga akhirnya, Sang Raja Alas semakin marah dan tidak terima dengan penolakan Walang Sangit. Ia langsung menggenggam tubuh Walang Sangit dengan kuat. Lantas memakannya hidup-hidup !. Namun, tidak lama kemudian, Sang Raja Alas mati karena keracunan aroma kuat dari tubuh walang sangit tersebut.
Kisah ini menggambarkan bagaimana kepemimpinan yang harus bijak dan mendengarkan aspirasi semua rakyatnya.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.
