Dalam pembukaan UUD 1945, ditegaskan bahwasannya, mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Hingga hari ini, cita-cita inipun masih diupayakan menuju tingkatan yang paling optimal.
80 tahun usia Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, upaya peningkatan mutu pendidikan masih banyak menemui tantangan dan dinamikanya. Termasuk bagaimana menciptakan iklim dan lingkungan yang inklusif di sekolah.
Inklusif di sini tidak sebatas pada sekolah dengan layanan khusus. Tetapi bagaimana memastikan seluruh siswa maupun santri mendapat pelayanan pembelajaran terbuka, adil, tanpa diskriminasi, peka terhadap perbedaan, dan mengasah keterampilan untuk saling bekerjasama.
Namun dalam praktiknya, memang tak semudah membalik telapak tangan. Adanya praktik perundungan atau bullying masih menjadi momok utamanya. Dikutip dari e.media.dpr.og.id. kasus perundungan dari tiap tahunnya selalu mengalami kenaikan. Di tahun 2023, terdapat 285 kasus, dan di tahun 2024 naik menjadi 573 kasus.
Posisi dan Peran SMP AL Furqan MQ
Melihat dan meninjau trend kenaikan angka kasus perundungan yang paling terjadi di lingkup pendidikan, tentu SMP Al Furqan MQ dalam hal ini sangat menolak dan menegaskan sikap untuk menjadi barisan pendidikan Anti Bullying.
Keduanya pun telah dipraktikkan dan tidak sekedar dijadikan jargon semata. Karena para santri juga turut dilibatkan dalam aksi kampanye Anti Bullying melalui pesan dan ulasan tertulis.
Beberapa santri yang tergabung dalam tim Jurnalistik Fikra SMP Al Furqan MQ, telah menuliskan opini, ulasan, pendapat, hingga pengalamannya mengenai apa, bagaimana, dan dampak dari Bullying. Ini menjadi menarik, karena pesan yang disampaikan menempatkan sudut pandang para santri dalam memandang dampak negatif Bullying hari ini.
Ulasan dan tulisan tersebut akan tampil secara berkala di laman ini sebagai refleksi cita-cita pencerdasan kehidupan berbangsa yang inklusif. Sekaligus menempatkan posisi para santri SMP Al Furqan MQ sebagai intelektual muda yang berakhlak dan memiliki kecerdasan Qurani, dan setia pada nilai-nilai kehidupan berbangsa.




