Dalam kurun beberapa tahun terakhir, implementasi pembelajaran berbasis STEM di SMP Al Furqan MQ, yang juga dilandaskan pada Alquran, semuanya bukan perpesan kosong. Atau sekedar jargon.
Dalam kata lain, teori dan metode STEM berbasis Alquran di SMP Al Furqan MQ telah diterapkan secara sistematis dan terukur. Buktinya, sederetan prestasi dalam beberapa kompetisi sains di level daerah, provinsi, dan nasional sudah berhasil di raih para santri SMP Al Furqan MQ.
Terbaru, memasuki penghujung tahun 2025 ini, catatan prestasi tersebut kembali dibuktikkan oleh dua santri SMP Al Furqan MQ di ajang kompetisi sains internasional. Yakni, Mikhail dan Airafra.
Dalam kompetisi sains di Kuala Lumpur yang diselenggarakan oleh Kuala Lumpur Engineering Science Fair (KLESF), Mikhail dan Airafra berhasil lolos menjadi finalis yang mewakili Indonesia di KLESF 2025.
Tak tanggung-tanggung. Dari tekad, kerjasama, dan kerja keras tim STEM SMP Al Furqan MQ yang dibina oleh Bu Laili dan Pak Ali, Mikhail dan Airafra berhasil mengkaryakan sebuah inovasi fisika kuantum berbasis game yang berjudul Quentia’s Journey to The Quantom World : Simplifying Quantum Physics Through Game – Based Learning.
Dari hasil karya di atas, secara khusus Mikhail dan Airafra tak hanya mewakili nama Indonesia. Tetapi juga mampu mengharumkan prestasi yang diukir oleh para santri di kancah intelektual global hari ini dan kedepannya.
Sekaligus menunjukkan bahwasannya, pembelajaran STEM dan Alquran yang terimplementasi di SMP Al Furqan MQ menjadi semangat dan inspirasi pembelajaran yang kreatif, inovatif. Serta selalu relevan untuk menjawab tantangan kebutuhan pendidikan di setiap zaman.




